RSS

Pembelajaran Matematika Dengan Metode Ekspositori

11 Jun


Pembelajaran Integral Tak Tentu dengan Menggunakan Metode Ekspositori

Kelas XII IA SMA N 1 Muara Beliti

Oleh : Hendra Wadi

1. PENDAHULUAN

Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin dan mengembangkan daya pikir manusia. Perkembangan pesat di bidang teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini dilandasi oleh perkembangan matematika di bidang teori bilangan, aljabar, analisis, teori peluang dan matematika diskrit. Untuk menguasai dan mencipta teknologi di masa depan diperlukan penguasaan matematika yang kuat sejak dini.

Mata pelajaran Matematika perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta kemampuan bekerjasama. Kompetensi tersebut diperlukan agar peserta didik dapat memiliki kemampuan memperoleh, mengelola, dan memanfaatkan informasi untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah, tidak pasti, dan kompetitif.

Untuk menghadapi keadaan demikian yang selalu berubah, tidak pasti, dan kompetitif tersebut artiya siswa harus memiliki kemampuan matematika. Kemampuan matematika yang harus dimiliki oleh siswa adalah kemampuan minimal yang diajarkan di sekolah tempat mereka belajar. Dalam pelaksanaan Pembelajaran matematika dalam kelas, guru harus dapat membantu siswa untuk belajar matematika. Pembelajaran merupakan kegiatan yang dilakukan untuk menciptakan suasana atau memberikan pelayanan agar murid-murid belajar. Dalam menciptakan suasana atau pelayanan, hal yang esensial bagi guru adalah memahami bagaimana murid-muridnya memperoleh pengetahuan dari kegiatan belajarnya.  Jika guru dapat memahami proses pemerolehan pengetahuan, maka ia dapat menentukan strategi pembelajaran yang tepat bagi murid-muridnya ( Rusdi A sirod).

Adapun tujuan pembelajaran mata pelajaran matematika SMA ( Standar Kompetensi, 2006) adalah agar peserta didik memiliki kemampuan sbb :

1. Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antarkonsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma, secara luwes, akurat, efisien, dan tepat, dalam pemecahan masalah

2. Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika

3. Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh

4. Mengomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah

5. Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah.

Untuk mencapai tujuan pembelajaran matematika SMA tersebut, diperlukan kemampuan seorang guru matematika dalam menggunakan metode pembelajaran. Salah satunya adalah dengan menggunakan metode pengajaran ekspositori.

2. TEORI BELAJAR-MENGAJAR MATEMATIKA YANG RELEVAN

Teori belajar mengajar matematika yang relevan dengan metode ekspositori dalam pembelajaran matematika antara lain :

a. Teori Gagne

Dalam belajar matematika ada 2 objek yang dapat diperoleh siswa, objek langsung dan objek tidak langsung. Objek tidak langsung antara lain adalah : kemampuan menyelidiki dan memecahkan masalah, mandiri ( belajar, bekerja, dan lain-lain ), bersikap positif terhadap matematika, tahu bagaimana semestinya belajar.

Objek langsung adalah fakta, keterampilan, konsep dan prinsip.

· Fakta . Contoh fakta adalah : angka/lambang bilangan, sudut, ruas garis, symbol notasi

· Keterampilan, keterampilan adalah kemampuan memberikan jawaban yang benar dan cepat, Misalnya : Membagi sebuah ruas garis yang sama panjang, melakukan pembagian cara singkat, dll

· Konsep, adalah ide abstrak yang memungkinkan kita mengelompokkan benda-benda (objek) ke dalam contoh dan bukan contoh.

· Prinsip, prinsip adalah objek yang paling abstrak, dapat berupa sifat, dalil, teori, dll.

b. Teori Ausubel

David Ausubel, termasuk ke dalam aliran tingkah laku. Ia terkenal dengan belajar bermaknanya dan penting adanya pengulangan sebelum pelajaran dimulai. Ausubel membedakan belajar menerima dengan belajar menemukan. Pada belajar menerima bentuk akhir dari yang diajarkan itu diberikan sedangkan pada belajar menemukan , bentuk akhir itu harus dicari oleh siswa. Misal, bila kita mengajarkan rumus akar persamaan kuadrat, pada belajar menerima rumus akar persamaan kuadrat itu diberitahukan. Sedangkan pada belajar menemukan, rumus itu harus ditemukan oleh siswa.

Ausubel juga membedakan antara belajar menghafal dengan belajar bermakna. Belajar menghafal , siswa belajar melalui menghafalkan apa yang sudah diperoleh. Belajar bermakna bermakna adalah belajar yang untuk meahami apa yang sudah diperolehnya itu dikaitkan dengan keadaan lain sehingga belajarnya itu lebih bermakna.

Ausubel berpendapat bahwa baik belajar menemukan maupun belajar menerima ( dengan metode ekspositori) , kedua-duanya dapat menjadi belajar mengafal atau belajar bermakna.

Contoh : dalam mempelajari konsep dalil pyhtagoras tentang segitiga siku-siku, mungkin bentuk terakhir <!–[if gte msEquation 12]>c2=b2+c2<![endif]–> sudah disajikan (belajar menerima), tetapi siswa memahami rumus itu selalu dikaitkan dengan sisi-sisi sebuah segitiga siku-siku; jadi ia belajar secara bermakna. Siswa lain memahami <!–[if gte msEquation 12]>c2=b2+c2<![endif]–> dari pencarian ( belajar menemukan ) , tetapi bila ia hanya menghafalkan <!–[if gte msEquation 12]>c2=b2+c2<![endif]–> tanpa dikaitkan dengan sisi-sisi segitiga siku-siku, maka terjadinya ia menghafal.

3. CONTOH RENCANA PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan : SMA

Mata Pelajaran : Matematika

Kelas / Semester : XII IPA / 1

Topik : Integral

Sub Topik : Integral tak tentu

Waktu : 2 x 45 menit

I. Standar Kompetensi

· Menggunakan konsep integral dalam pemecahan masalah

II. Kompetensi Dasar

· Memahami konsep integral tak tentu dan integral tertentu

III. Indikator Pencapaian

· Siswa diharapkan dapat mengenal konsep dasar integral tak tentu

· Siswa diharapkan dapat memahami konsep dasar integral tak tentu

· Siswa diharapkan dapat menggunakan konsep integral tak tentu

IV. Sumber / Alat Pembelajaran

· Buku Matematika (Buku Siswa)

· LKS buatan guru

V. Alat / Bahan

· Spidol, pena, pensil, penghapus, dan kertas

VI. Kegiatan Pembelajaran

· Model Pembelajaran : Penemuan terbimbing

· Metode : ekspositori

Pelaksanaan Pembelajaran

A. Pendahuluan (10 menit)

ü Guru menyampaikan tujuan pembelajaran

ü Guru melakukan apersepsi dengan cara mengaitkan materi terdahulu (konsep turunan)

ü Guru membagikan LKS ke masing-masing siswa

B. Kegiatan Inti (70 menit)

ü Secara peorangan, siswa diminta menyelesaikan LKS 1 yang berhubungan dengan konsep integral, dan guru sebagai fasilitator

ü Beberapa siswa diminta menyajikan hasil kerjanya

ü Guru membimbing siswa untuk menarik kesimpulan

ü Secara perorangan, siswa diminta menyelesaikan LKS 2 (soal-soal penggunaan konsep integral).

ü Beberapa siswa diminta menyajikan hasil kerjanya

ü Guru membimbing siswa untuk menarik kesimpulan

C. Penutup (10 menit)

ü Guru melakukan refleksi terhadap kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan

VII. Penilaian

· Penilaian Proses

- Diskusi

- Aktivitas individual

- Presentasi

· Penilaian hasil

- Lembar jawaban LKS

- Lembar jawaban soal-soal

- PR

Penilaian

1, Tentukan integral tak tentu dari fungsi berikut :

a. F’(x) = 3

b. F’(x) = x2

2. Jalan menuju puncak memiliki kemiringan 4x – 3. Tentukan ketinggian pada jarak 100 meter dari posisi awal sebelum jalan mendaki?


Indikator :

Mengenal dan memahami konsep dasar integral tak tentu

Nama :

Kelas :

Hari/tgl :

MATERI TURUNAN

F(x) = 3 maka f’(x) = …

F(x) = x3 maka f’(x) = …

F(x) = xn maka f’(x) = …

F(x) = 5 x4 + 5 maka f’(x) = …

F(x) = axn maka f’(x) = …

F(x) = axn + b maka f’(x) = …

Masih ingat gak

Diskusikan LKS berikut dengan teman sebangkumu. !

KESIMPULAN

Jika f’(x) atau disimbolkan untuk turunan

Maka F(x) = disimbolkan untuk integral.

Maka ….. dan ….

MATERI INTEGRAL

F’(x) = 0 maka F(x) = ….

F’(x) = 3 maka F(x) = ….

F’(x) = x2 maka F(x) = ….

F’(x) = 5 x4 + 3 maka F(x) = ….

F’(x) = a xn maka F(x) = …


Indikator :

Menggunakan konsep integral tak tentu

Jalan menuju puncak memiliki kemiringan 4x – 3. Tentukan ketinggian pada jarak 100 meter dari posisi awal sebelum jalan mendaki?

Diskusikan LKS ini dengan teman sebangkumu

Perubahan suhu


Suhu pada hari tertentu yang diukur pada bandara sebuah kota adalah berubah setiap waktu dengan laju T’(t) = 0,15 t2 –t dengan t diukur dalam jam. Jika suhu pada jam 6 pagi adalah 24o C. berapakah suhu pada jam 10 pagi


Kecepatan sebuah pesawat terbang dalam meter/detik dituliskan dengan v(t) = -t2 +64t +40. Tentukan ketinggian pesawat setelah 30 detik dari keberangkatan ?





Penyelesaian Soal 1 :

Gimana

Nich…..

Penyelesaian Soal 2:

Penyelesaian Soal 3:


DAFTAR PUSTAKA

Ernest, P. 1991. The Philosophy of Methematics Education. London: Falmer

Hudojo, Herman. 1988. Mengajar Belajar Matematika. Jakarta : Proyek Pengembangan LPTK.

Krismanto, al. 2003. Beberapa Teknik, Model, dan Strategi dal Pembelajaran Matematika. Makalah pelatihan Instruktur/pengembang SMU tanggal 28 Juli s.d 10 Agusus 2003 di PPPG Matematika Yogyakarta.

Resnick, Lauren B dan Ford Wendy W. 1981. The Psychology of Mathematics For Instruction. New Jersey : Lawrence Erlbaum Associates, Pt

Ruseffendi. 1988. Pengantar Kepada Guru Membantu Mengembangkan Kompetensinya dalam Pengajaran Matematika untuk meningkatkan CBSA. Bandung : Tarsito.

Siroj, Rusdy A. Cara Seseorang Memperoleh Pengetahuan Dan Implikasinya Pada Pembelajaran Matematika. tersedia Pada : http://www.depdiknas.go.id/jurnal/43/rusdy-a-siroj.htm

About these ads
 
1 Komentar

Posted by pada Juni 11, 2008 in Uncategorized

 

One response to “Pembelajaran Matematika Dengan Metode Ekspositori

  1. sherlly

    Oktober 25, 2008 at 2:30 pm

    bs kash tahu model pembelajaran conceptual multi model itu p dn didkusi kelompok termsuk gk ke dslsm model tersebut thnx

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: